Campak Kembali Meningkat, Mengapa Harus Diwaspadai?
Belakangan ini kasus campak kembali meningkat di berbagai daerah. Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular melalui percikan batuk, bersin, atau kontak dekat dengan penderita. Virus ini bahkan dapat bertahan di udara dan permukaan benda selama beberapa waktu, sehingga penularannya bisa terjadi dengan sangat cepat terutama pada anak-anak yang belum memiliki kekebalan.
Gejala campak biasanya dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan lemas, kemudian diikuti munculnya ruam kemerahan yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Pada beberapa penderita juga dapat muncul bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spots, salah satu tanda khas infeksi campak.
Meski sering dianggap penyakit ringan pada anak, campak sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi serius. Infeksi ini dapat memicu pneumonia, diare berat, infeksi telinga, radang otak (ensefalitis), hingga kematian, terutama pada bayi, anak dengan gizi kurang, atau individu dengan sistem imun yang lemah.
Meningkatnya kasus campak sering berkaitan dengan menurunnya cakupan imunisasi di masyarakat. Ketika banyak anak tidak mendapatkan vaksin, virus lebih mudah menyebar dan memicu kejadian luar biasa. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan anak.